Kamis, 08 September 2011

FESTIVAL SENI DAN BUDAYA DISERBU PENONTON


TOBOALI,RN -  penyelenggaraan festival seni dan budaya yang bertemakan Bangka Belitung art and culture festival rocketnic competion  yang dilaksanakan di Kota Toboali Kab Bangka Selatan ditutup dengan cukup meriah. Hal ini terlihat begitu antusiasnya masyarakat dalam menyaksikan festival tersebut yang sesak dipenuhi penonton. Berdasarkan keterangan dari ketua pelaksana yaitu Angga Yansyah mengatakan bahwa bahwa dalam event ini diikuti oleh 39 peserta, yang terdiri dari Pangkalpinang, Sungailiat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan.
Acara festival seni dan budaya ini diselenggerakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Bangka  ( ISBA ) se – Indonesia dengan tujuan untuk memberdayakan dan membangkitkan  seni dan budaya daerah bagi generasi muda saat ini, selain itu diadakannya konser festival ini dengan tujuan penggalangan dana amal yang akan disumbangkan ke panti asuhan yang ada di Bangka Selatan ujar Angga Yansyah.
                Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Bangka Belitung Ir. H. Eko Maulana Ali yang memberikan apresiasi positif dan mendukung terhadap acara ini, ujar Angga Yansyah, serta  Kepala Humas PT.Timah Tbk Wirtsa Firdaus yang menghadiri dalam acara festival  tersebut mengatakan bahwa dengan adanya festival ini tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, baik dalam bermusik maupun dalam berkehidupan sehari-hari. Selain itu wirtsa berharap kegiatan seperti ini menjadi suatu agenda tahunan yang diusung oleh pemuda-pemuda dan mahasiswa yang peduli trehadap seni dan budaya daerah Bangka Belitung, karena sekaligus mendukung  program pemerintah Babel Archipelago, dan juga  PT. Timah Tbk selalu mendukung terhadap acara festival seni dan budaya di Bangka Belitung, ujarnya. Selain Gubernur dan PT. Timah Tbk acara ini juga disponsori oleh PT. Nikki Super Kudus, CV. Sumber Jadi, KONI Bangka Selatan dan IKPB serta pihak-pihak terkait yang telah mendukung acara ini.
                Panitia berharap dengan adanya acara ini dapat mengajak pemuda-pemuda Bangka Belitung untuk lebih kreatif yang menuju ke hal-hal  positif, karena dengan keadaan saat ini pemuda-pemuda lebih condong ke musik  yang modern, sehingga seni dan budaya daerah khususnya bangka belitung banyak terlupakan. Tetapi sangat disayangkan pemerintah daerah setempat kurang mendukung terhadap acara ini kususnya dalam pendanaan, ujar Angga Yansyah.
Angga Yansyah berharap untuk acara festival seperti pemerintah daerah mendukung sepenuhnya, agar musik kebudayaan daerah kususnya Bangka Belitung tidak sirna oleh arus modernisasi.(RN/Adi).
                                                   
NamaPemenang Fstival Seni dan Budaya Babel

Juara I                       
      Lawang Uma Band
Juara II
                Q-pass Band
Juara III
                Safa Band
Juara favorit
                Kehilep Band
Harapan I
Dolpin Band

Harpan II
                Gong kaleng Band
Harapan III
                Bhagavad gita band

Sail Wakatobi masih terkendala


Pangkalpinang, RN – Sejak diresmikan Acara Seal Wakatobi di Belitung, membuat semua pihak mempersiapkan dalam mensukseskan acara yang rencananya akan di hadir oleh orang Nomor satu di indoensia. Tidak hanya itu, masih adanya permasalahan terjadi  baik rute pesawat maupun Hotel yang kurang.
Kepala dinas Kebudayaan dan pariwisata provinsi Bangka Belitung, Yan Megawandi mengatakan bahwa saat ini masih ada kendala dalam mensukseskan Seal Wakatobi dibelitung,seperti rute pesawat serta penginapan bagi wisata lokal maupun internasional yang kurang. Selasa (6/9)
Ia terangkan, dalam membantu mensukseskan acara tersebut, meminta masayrakat Bangka Belitung khususnya pulau Belitung yang merupakan tempat berlangsungnya acara Seal Wakatobi untuk menjadikan rumahnya sebagai homestay ( rumah tinggal) bagi  wisataan yang datang.
Hal ini kurangnya fasilitas perhotelan atau penginapan yang ada di wilayah Belitung, sehingga masayarakat harus dilibatakan untuk memperlancar acara yang akan dihadiri ribuan mata masayarakat Indonesia.
Mengenai Rute penerbangan tujuan Belitung, “kepada pihak maskapai penerbangan untuk menambah rute atau jadwal tujuan belitung agar mempermudah akses para wisataan supaya dapat membantu jalannya acara tersebut,”harap Yan
Sehingga, tidak ada lagi kendala yang terjadi saat puncak Seal Wakatobi. “Namun saat ini rute penerbangan belum cukup, oleh karena itu harus ada lagi penambahan maskapai seperti garuda Indonesia,”katanya
Terlepas dari Acara Seal Wakatobi, Yan Megawandi mengungkapkan pertumbuhan pariwisata Bangka Belitung cukup meningkat, terlihat dari omzet penjualan produk makanan Bangka Belitung  di toko- toko yang banyak di beli oleh masayarakat dari luar daerah.
Selama bulan puasa maupun ramadhan, terjadi peningkatan baik dari segi pariwisata seperti pantai, makanan khas maupun kerajinan Bangka belitung. menandakan bahwa adanya peningkatan dalam dunia pariwisata Bangka Belitung.
“Kedepan pihak dinas kebudayaan dan pariwisata ingin membenahkan SDM masayarakat, serta hotel dan restaurant agar dapat bekerja dengan standar yang sudah ada,”katanya. RN 14

Pasca lebaran, Perhotelan Mengalami Penurunan


PANGKALPINANG, RN – Selesainya masa liburan bersama membuat sejumlah hotel di pangkalpinang mulai sepi ditinggal pengunjung.hal ini membuat pihak hotel mengalami penurunan setalah lebaran maupun puasa.
Willem Marbun Supervisor Frout Office Hotel Bumi Asih mengatakan bahwa saat ini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang menginap, berbeda waktu pada bulan Puasa terjadi pengingkatan. Hal ini disebabkan usainya masa liburan bersama dan libura anak sekolah.Selasa (6/9)
Ia tambahkan, belum stabilnya setalah pasca lebaran dan banyak pengunjung sudah pulang ke daerah masing-masing.namun tidak menutup kemungkinan akan kembali meningkat setalah seminggu pasca liburan.
akan tetapi dalam beberapa hari masih sudah mulai stabil karena sudah ada yang memesan kamar hotel atau melakukan acara untuk meeting.
“bisanya hari sabtu dan minggu sepi, beda dengan hari biasanya malah ramai pengunjung yang menginap atau mengadakan acara,”ujarnya
Ia ungkapkan, di bulan puasa kemarin jumlah pengunjung ramai yang telah membooking tempat atau kamar untuk bersantai bersama keluarga, selain itu ada juga paket lebaran yang di tawarkan dalam memberikan pelayanan.
Setalah usainya libur bersama maupun Bulan Ramadhan harga kembali normal untuk setiap kamar, berawal dari Rp150ribu hingga Rp 1 juta tergantung pilihan pengunjung maupun pihak yang sudah berkerjasama.
 mengenai type kamar terdiri dari Extra Bed sampai Grand Suite.untuk fasilitas yang diberikan Hotel Bumi Asih pangkalpinang antara lain in room dining, Bar Dan Restaurant, Wireless high speed internet access serta Reflexialogy.Rn 14

Pangkalpinang, Angka Perceraian meningkat


PANGKALPINANG, RN – Kurangnya komunikasi dan pengertian dalam hubungan perkawinan membuat angka perceraian meningkat di kota pangkalpinang  dalam pertengahan  bulan juli tahun 2011. Hal ini disebabkan permasalahan yang mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
Jafar Sidik, S.Ag Panmud Hukum pengadilan Agama Pangkalpinang mengatakan bahwa meningkat angka perceraian di kota pangkalpinang karena permasalahan ekonomi dan perselingkuhan yang terjadi dalam rumah tangga. Selasa (6/9)
Diungkapnya, untuk keseluruahn pertengahan bulan juli 2011 mencapai 298 perkara yang diterima dari 42 perkara per bulan,kemungkinan akan lebih meningkat lagi hingga bulan kedepan. Tidak jauh berbeda dengan tahun 2009 dan 2010 yang lalu.
Tahun 2009 angka perceraian mencapai 325 perkara dari keseluruhan, setiap tahun ada kenaikan yang cukup tinggi dengan  angka perceraian yang terjadi di wilayah kota pangkalpinang. seperti cerai talak yang merupakan hasil laporan tahun 2009 mencapai 59 perkara
Tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup jauh dari tahun 2009 yan mencapai 417 perkara yang sudah diterima.hal ini membuat angka perceraian di wilayah kota pangkalpinang semakin meningkat setiap tahunnya.untuk cerai talak dibandingkan 2009 mengalami peningkatan sekitar 85 perkara.
 Dari perbandingan tahun 2009 dan 2010 yang lalu sudah mengalami peningkatan yang tinggi, kemungkinan besar tahun 2011 akan melebih tahun sebelumnya yang perkaranya diterima. Baik dari permasalahan cerai talak maupun penguasaan anak.
Kurangnya pengertian dalam hubungan perkawinan serta tidak adanya keharmonisan, membuat banyak pihak yang memilih jalan perceraian ketimbang melakukan komunikasi dalam memperbaiki hubungan rumah tangga.
Jafar katakan, tidak hanya dari perceraian namun dari perebutan hak asuh anak sampai harta warisan masih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti perebutan anak anatar ibu dan ayah, di tahun 2011 sudah 3 perkara beda dengan tahun 2010 yang hanya 2 perkara. Rn 14

Walikota Minta Pansus Dukung Ruislag SD 44

PANGKALPINANG, RN – Walikota Pangkalpinang, Zulkarnain Karim, meminta panitia khusus (Pansus) 9 DPRD Kota Pangkalpinang yang membawahi ruislag beberapa aset Pemkot Pangkalpinang pada 2011 dapat mendukung rencana ruislag Sekolah Dasar Negeri (SDN) 44 Pangkalpinang untuk pembangunan Kantor Kelurahan Pasar Padi. Sebab jika ruislag  tersebut gagal maka kedepannya Kelurahan Pasar Padi tidak akan memiliki kantor lurah sendiri dan terpaksa menyewa bangunan untuk dijadikan kantor.

“Saya dengar Pansus 9 DPRD tidak setuju ruislagnya, apa sebabnya saya tidak tahu alasannya. Saya berharap dinilai kembalilah oleh pansusnya. Daripada menyewa, kalau dapat punya kita lah. Sementara SD 44 itu aset kita yang tidak dipakai,” ujar Walikota kepada wartawan, Selasa (6/9).

Walikota mengungkapkan, usulan untuk membangun Kantor Lurah Pasar Padi melalui ruislag dengan SD 44 disebabkan Kantor Lurah Pasar Padi yang saat ini berada di lahan milik Sekolah Swadaya terancam digusur oleh pemilik sekolah swadaya.
“Sekolah itu bekerjasama dengan Hasan Bunaidi ingin menata sekolah dengan membangun gedung olahraga, akibatnya kantor lurah harus digusur. Sedangkan untuk mencari tempat saat ini agak susah maka jalan keluarnya SD 44 kita usulkan untuk di ruislag,” terang Zul, sapaan akrab Walikota.

Sebab, sambung Zul, SD 44 yang terletak di Kampung Bintang Pangkalpinang saat ini tidak lagi dipakai untuk aktivitas belajar mengajar dan sudah menjadi bangunan kosong. Apabila tidak dimanfaatkan dikhawatirkan akan diserobot oleh pihak lain atau terbengkalai tidak termanfaatkan.
“Kalau tidak dipakai nanti diserobot orang, maka kita ruislag untuk pembangunan kantor lurah. Nantinya dibangun di dekat kantor UPT Pasar yang telah dibangun oleh investor. Lalu di dekat itu ada sebidang tanah dan saya setuju sebidang tanah diambil dan dijadikan punya kita dan dibangun kantor lurah, orangnya bersedia membangun kantor lurah disitu. Mereka yang membangun. Tapi ada duit lebih lagi, bisa-bisa di sekolah dasar itu dapat dibangun dua kantor lurah yakni Kantor Lurah Pasar Padi dan Kampung Bintang,” jelas Zul.

Untuk itu, Zul berharap, Pansus 9 DPRD dapat mengkaji ruislag tersebut sebelum menentukan sikap untuk menolak atau mendukung. Sebab jika DPRD menolak dan disampaikan dalam rapat paripurna maka usulan ruislag baru dapat kembali diajukan pada keanggotaan DPRD periode selanjutnya yakni DPRD periode 2014-2019.

Sementara itu, Ketua Pansus 9 DPRD Kota Pangkalpinang, Bujang Darozy, mengaku Pansus 9 belum mengambil sikap untuk menolak atau mendukung rencana ruislag SD 44  tersebut sebab hingga kini hal tersebut masih dibahas oleh anggota pansus.
“Kami belum memutuskan apakah menolak atau mendukung karena pembahasan di pansus belum selesai,” katanya.
Hanya saja, ungkap politis PPP ini, berdasarkan penilaian ruislag secara ekonomis oleh tim independen yang dibentuk Pemkot Pangkalpinang, ruislag tersebut cenderung merugikan pemerintah daerah.
“Kami dengar demikian, pemkot merugi jika ruislag tersebut dilakukan,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Bujang, kepemilikan sekolah dasar 44 tersebut masih diteliti lebih jauh oleh pansus 9 sebab diinformasikan status kepemilikan lahan SDN 44 tersebut dimiliki oleh sebuah yayasan swasta.
“Keputusannya belum dapat kami pastikan, namun berdasarkan agenda DPRD pada bulan ini akan digelar rapat fraksi-fraksi membahas ruislag  ini,” tukasnya.
Namun ditambahkan dia, secara informal hampir 99 persen anggota DPRD Kota Pangkalpinang mengambil sikap menolak ruislag tersebut hanya saja sikap tersebut baru sebatas pembicaraan para wakil rakyat di lembaga legislatif dan belum menjadi sikap resmi pansus maupun fraksi-fraksi di DPRD. (rn10)