Senin, 05 September 2011

Hutan Kampak Terbakar


PANGKALPINANG, RN – Kawasan hutan yang terletak tidak jauh dari stasiun pengisian bahan baker umum (SPBU) Kelurahan Kampak Kecamatan Gerunggang, Sabtu (3/9) siang terbakar. Kebakaran terjadi di dua titik yakni di sebelah SPBU dan dibelakang perumahan warga. Namun berkat gerak cepat Dinas Kebersihan dan Kebakaran Pemkot Pangkalpinang dengan Unit Kebakaran PT Timah Tbk, api berhasil dipadamkan.

Menurut penuturan warga Kampak, Gunawan, kebakaran hutan di atas bukit tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Dirinya yang saat itu sedang bersantai di dalam rumah terkejut mendengar suara kobaran api yang cukup besar berasal dari hutan di atas bukit yang berada di belakang rumahnya.

“Siang itu angin kencang, apinya membesar, suaranya pun menakutkan, suara api memakan ranting, semak dan pohon kering,” tuturnya.

Warga pun bertindak, lanjut Gunawan, secara bergotong royong mereka mencoba membersihkan semak dan ilalang yang berada di belakang rumah agar api dari hutan tidak menjalar mendekati rumah warga.

Beberapa warga, sambung Gunawan, segera melaporkan kepada kepolisian dan Dinas Pemadan Kebakaran agar api dapat segera ditanggulangi.

Sementara itu, Kasi Pemadaman dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Herinaldi, menuturkan, dalam tempo satu jam api berhasil dijinakkan.

“Kami terkendala beratnya akses menuju titik api di atas bukit sehingga pemadaman cukup menyulitkan, namun berkat kerja keras petugas dibantu petugas kebakaran PT Timah, api berhasil kami jinakkan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya berupaya memadamkan api sesegera mungkin sebab api yang berada di atas bukit tersebut berpotensi merambat ke rumah warga yang berada di bawahnya bahkan dapat menyambar SPBU Kampak yang berada tidak jauh dari titik api.

“Apalagi di musim panas seperti ini, api mudah menyambar semak yang kering,” tuturnya.
Bahkan, lanjut Herinaldi, pada satu bulan terakhir akibat musim panas ini terjadi kebakaran semak belukar seperti di SMPN 7 Kelurahan Kerabut dan bekas pabrik es di Pangkalan Baru.
“Puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu kebakaran pada musim panas ini, untuk itu kami berharap masyarakat untuk tidak sembarangan membuat puntung rokok di semak yang kering, “ pintanya.


Sedangkan berdasarkan keterangan dari  kepolisian, penyebab kebakaran hutan di Kelurahan Kampak masih belum diketahui penyebabnya.
“Kami sedang menyelidiki penyebabnya, kami bersama Polresta Pangkalpinang akan menyelidiki kebakaran ini,” pungkas Kapolsek Gerunggang, Iptu Lonang. (rn10)

REUNI AKBAR SMANSA SUNGAILIAT


Sungailiat (03-09-2011), SMA Negri 1 Sungailiat mengadaka reuni akbar untuk pertama kalinya. Acara yang bertema “KONTRIBUTIF SIGNIFIKAN, DARI SMANSA UNTUK BANGKA” ini berlangsung selama 2 hari yakni dari tanggal 02-03 September 2011. Reuni akbar ini melibatkan 30 angkatan dari angkatan yang pertama kali sampai angkatan yang terbaru, yakni dari angkatan 1981 sampai angkan 2011 sekarang ini.
Menurut Abdillah Arif selaku ketua 2 dalam kegiatan ini menyatakan, acara reuni SMANSA sebenarnya sudah pernah dilaksanakan sebelumnya yakni pada tahu 2001 namun tidak semua angkatan yang dilibatkan. Dan ini merupakan reuni perdan akbar bagi SMANSA Sungailiat.
“Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini adalah unuk memberikan bukti nyata atau kontirbutif kita terhadap sekolah, karena sekolah adalah salah satu anak tangga hingga kita bisa meraih keberhasilan. Acara ini ini adalah ajang pembuktian bahwa kita telah berhasil dididik di sekolah ini dan meraih keberhasilan dan kembali untuk memberikan kontribusi”, ujarnya.
Diharapkan ada pihak yang dapat merasakan langsung hasil dari kontributif dari acara ini. Pihak yang merasakan kontributif ini terdiri dari 3 pihak yaitu yang pertama masyarakat, dimana telah dilakukan penanaman bakau, sunatan massal, santunan untuk anak yatim piatu, santunan untuk kaum duaffa.
Kedua adalah pihak sekolah yang dapat merasakan langsung kontributif dari kegiatan ini, dimana telah dilakukan sejuta buku dan tolkshow  motifasi untuk siswa serta membuat website untuk SMANSA sungailiat. Dan yang terakhir pihak alumni, dimana dibentuknya wadah ikatan alumni SMANSA  yang terbentuk hari ini dan sekaligus pelantikan pengurusan. “ Harapan kami selaku sekretaris ikatan alumni SMANSA ini adalah setiap kali ada kelulusan dari SMA ini agar dapt segera meraih keberhasilan, dan kemudian keberhasilannya itu dapat di bagi bersama”.(rn 19)

Pantai Materas dan Air Panas Pemali diPadati Pengunjung


Sungailiat (04-09-2011), Pada liburan panjang seperti ini biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berekreasi ke tempat-tempat wisata. Pantai Matras yang terletak di Sungailiat merupakan salah satu objek wisata yang ada di Bangka Belitung ini, pada hari biasa lokasi pantai ini merupakan lokasi faforit bagi masyarakat sekitar. Karena selain uang retrebusi masuk yang sangat murah, alam di pantai ini juga masih alami.
Pada akhir pekan seperti ini apalagi suasana habis lebaran banyak pengunjung yang memadati pantai Materas , menurut hasil pantauan kami ribuan pengunjung padati pantai Materas ini. Baik itu masyarakat sekitar maupun luar daerah sungailiat. Hampir setiap sisi pantai dipadati pengunjung, bahkan untuk masuk ke lokasi pantai ini kita harus antri.
Menurut Sarnubi(50) “Kami dari Kemuje sengajak nek gi ke Pantai Materas ne karene pasti ramai” beliau pergi bersama rombongan keluarganya sejak pagi tadi.
Meskipun kondisi laut yang tidak bersahabat dimana ombak dan angin yang cukup kencang tidak mengecilkan antusias pengunjung untuk ke panatai ini. Menurut Sakinawa selaku Water Rescure pantai Materas “ Kami telah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berenang ke laut terlalu jauh, hal ini karena gelombang cukup besar dan arusnya kencang”. Dibantu dari pihak Polres Bangka, Pol Air, PMI, Emas Diving Club, mereka berpatroli sepanjang pantai Materas ini. Hal ini sudah dilakukan dari H-10 kemarin dan akan terus dipantau hingga H+10 nanti.
Tidak jauh berbeda suasa di lokasi wisata Air Panas Tirta Tapta Pemali juga pada hari ini dipadati pengunjung. Menurut Bayu Lasky Vukuoka selakun operasinal meneger mengaku kalu terjadi peningkatan pengunjug pada tahun 2011 ini. Jika dibandinhkan dengan hari-hari sebelumnya ini merupakan hari puncaknya liburan. Kenaikan di perkirakan antara 60-70%.
Selain berbagai wahana Air yang disediakan, dan kebun binatang pihak Tirta Tapta juga mengadakan ifent dengan mengadakn Artis dari Ibu Kota guna menarik minat pengunjung untuk lebih antusias lagi. Acra ini akan terus berlangsung hingga tanggal 11-september nanti.
Dikarenakan jumlah pengunjung yang melebihi dari kapasitas wahana yang tersedia, pihak pengelola Tirta Tapta kedepannya akan mengembangkan dan memperbanyak wahan Air yang ada. Diantaraya kolam arus air panas, wahan ini merupakan wahana pertama yang ada di Bangka Belitung bahkan di Indonesia.(rn 19)

Lomba Mancing Elang Emas


Sungailiat (02-09-2011), Mancing merupakan salah satu hobi yang mengasikan. Di Sungailiat khususnya sudah banyak penggemar hobi ini, terbukti dengan diadakanya tournament mincing atusias masyarat sangat besar untuk mengikuti lomba mancing ini. Kali ini “VIKARLA” tempat pemancingan yang terletak di Desa Air Ruai Kecamatan Pemali, Sungailiat ini mengadakan lomba mincing.
Dalam lomba mancing ini memperebutkan piala Bapak Ir. H. Eko Maulan Ali. Hadiah utama yang diperebutkan adalah satu buah motor mio, kulkas dan mesin cuci untu juara 1, 2 dan 3. Sedangkan untuk hadiah hiburannya panitia lomba telah menyediakan ikan bawal yang telah di berikan pita berwarna putih, bagi peserta yang mendapatkannya akan mendapat uang tunai Rp. 1 juta rupiah. Dan ikan mas atau emas, bagi peserta yang mendapatkannya akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 250 ribu rupiah.
Lomba ini bersifat setengah kompetisi, dimana setiap ronde/babaknya peserta yang bertanding sebanyak 40 orang dengan waktu tanding 4 jam. Dari ke 40 peserta tadi akn dapilih 8 pemenang yang akan masuk ke ronde/babak berikutnya. Pemenang lomba mincing ini ditentukan berdasarkan berat ikan yang didapat selama waktu yang ditetapkan tersebut.
Menurut Sarmili selaku pemilik pemancingan sekaligus panitia lomba mincing ini  mengaku “ lomba mancing ini cukup meriah karena terbukti peserta yang ikut cukup banyak dan ada yang dari luar daerah bahkan ada yang dari luar kota yakni Jakarta”. Kami sangat berterimaksih kepada Bapak Eko Maulana Ali karena telah memberikan bantuannya, karena tanpa bantuan beliau mungkin acara ini tidak akan semarak seperti sekarang, ujarnya”. Acara ini awalnya di jadwalkan dibuka langsung oleh Bapak Eko Maulana Ali namun karena sesuatu hal maka lomba making ini dibuka oleh ketua FKPPI BABEl yakni Bapak Efendi Harun. Kedepannya nanti VIKARLA akan mengadakan lomba mancing untuk ibu-ibu PKK se BABEl.(rn 19)

Kurangnya Pengawasan Orang Tua


Sungailiat (04-09-2011), Karena terlalu banyaknya pengunjung yang memadati pantai Materas ini sehingga menyebabkan kelengahan terdap pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya. Menurtu data yang terhimpun untuk kemarin hari sabtu tgl 03 september 2011 sudah ada (5) lima anak yang tenggelam dan untuk hari minggu ini ada (7) tujuh anak yang tenggelam. Meskipun semua korban itu dapat diselamatkan oleh tim Rasecure, hal ini menunjukkan kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap anak-anaknya.
Hampir semua korban tenggelam adalah warga dari luar sungailiat seperti Puding, labu dan sebaginya. Hampir semua dari mereka juga orang tuanya mengaku bahwa anak-anak mereka bisa berenang. Menurut Sakinawa selaku ketua  Tim Water Rescure pantai Materas ini “orang yang bisa berenag di sungai atau kolong belum tentu bisa berenang di laut, karena di sungai tidak ada arus dan gelombang seperti di laut. Apalagi pada musim seperti ini arus dan gelombangnya sangat kencang.”
Tim Water Rescure juga telah menghimbau agar kepada para pengunjung untuk tidak madi terlalu jauh dari bibir pantai. Tetapi masih saja dilakukan oleh pengunjung, selai itu karena kurangnya pengawasan dari orang tua terjadi juga terpisahnya bocah dengan orang tuanya untung saja anak ini di bawa ke pos pengawasan  sehingga tim rescure dapat mecari orang tua anak tersebut. (rn 19)