Kamis, 08 September 2011

“ARDI MOTOR” menjual mobil pick up dan truk


PANGKALPINANG, RN - Pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung yang selalu stabil dan makin kondusif membuat para pengusaha tidak lagi menggantungkan dari pertambangan timah, susahnya mencari lokasi penambangan dan tingginya harga solar membuat sebagian masyarakat beralih propesi untuk membuka usaha di bidang lain seperti bengkel motor atau membuka show room mobil bekas yang kini mulai trand. diantaranya Ardi motor, Show room yang terletak di depan terminal mentok kampung keramat ini sudah mulai dioperasi sejak tahun 2000, di Ardi motor lebih memfokuskan penjualan mobil bekas jenis pick-up dan truk, disamping modal kecil di banding mobil baru keuntungan lumayan besar, untuk memulai bisnis ini memang modal yang di butuhkan cukup besar tergantung jenis mobil, tahun pembuatan dan kondisi fisik mobil  , untuk jenis pick up harganya berkisar 60 juta sampai 100 jt perunit, sedangkan truk diatas 100 juta.                                                                                                                                                                  Menurut Eka pengelola Ardi motor akhir-akhir ini penjualan mobil di show room di tempatnya mengalami penurunan pembeli penyebabnya lebih ke faktor manajemen, namun di bulan biasa penjualan mobilnya bisa menembus 4-20 unit perbulan, dengan keuntungan relative dan fariatif sesuai permintaan pasar.
“akhir –akhir ini pembeli memang sepi karena show room tidak  ada yang mengurus apa lagi kemaren-kemarenkan kita puasa” ujar Eka
maraknya bermunculan lembaga pembiayaan otomotif diakuinya turut menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi otomotif di Bangka –Belitung, hampir 80 % pembeli menggunakan lembaga pembiayaan.  bayangkan dengan mengeluarkan uang muka yang tidak terlalu mahal anda sudah bisa membawa mobil pilihan anda, jadi tunggu apa bagi pelanggan yang mau berbisnis namun tidak memiliki kendaraan untuk operasional bisa datang ke Ardi motor melayani penjualan mobil bekas berkualitas jenis pick-up dan truk.   

Pedagang Buah Raup Keuntungan Rp5 Juta per Bulan


PANGKALPINANG, RN -  Selama bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri para pedagang buah mampu meraup keuntungan sebesar Rp5 juta per hari, karena banyaknya masyarakat yang membeli buah untuk dikonsumsi.
Salah  satu pedagang buah yang merasakan yang ketiban rezeki yaitu Achin, warga Jalan Alexander ini mampu meraup keuntungan 150 juta perbulannya.
Hal itu memang pantas ia peroleh setelah melihat ternyata buah semangka seberat 3 ton yang ia jajakan hanya dalam kurun waktu 2 minggu, dalam bulan puasa kemarin  ludes dihajar pembeli. Sedangkan sekilonya ia patok dengan harga 7 ribu rupiah perkilo. Belum lagi kurma yang booming di bulan puasa, dari kurma yang ia stok 85 dus ludes semua diburu pembeli padahal ia hargai kurma berkualitas bagus ini dengan harga 580 ribu rupiah perdus nya.
“mendekati lebaran lengkeng dan anggur hitam yang terlaris, saya melayani pembeli 24 jam,”jelas Achin saat diwawancarai wartawan,Selasa (06/09).
Lenkeng dan anggur hitam menjadi idola para konsumen kala menjelang lebaran untuk dijadikan santapan bagi tamu yang bersilaturahmi. Dengan harga 25 hingga 35 ribu rupiah Achin mematok harga lengkeng perkilo nya kala itu, sedangkan anggur hitam 55 hingga 65 ribu rupiah harus diserahkan konsumen kepada nya untuk mendapatkan anggur hitam ini satu kilogram. Anggur hitam 80 dus bisa ludes dalam kurun waktu tiga hari. Semenatara itu setelah lebaran usai jeruk kalimantan dan jeruk medan kembali menunjukkan eksistensinya di dunia perbuahan. Buah naga pun tak mau kalah saing, ia juga paling dilirik kala ini walau dihargai 40 hingga 50 ribu rupiah perkilonya.
Selain buah yang didapat dari agent lokal, ia juga menawarkan buah hasil dari kota lautan api Bandung, Strawberry yang ia dapat dari sana bisa habis 15 kotak perbulannya, dalam satu kotak terdapat 32 bungkus strawberry sedangkan satu bungkus nya ia jual dengan harga 18 ribu, sehingga dari strawbeery saja ia meraup hingga 8 juta 6 ratus rupiah.
Sementara itu di tempat buah lain, Syamsudin pedagang buah yang berasal dari Jawa Barat ini menyayangkan lebaran tahun  ini, harusnya kebahagian yang dirasakan para konsumen terhadap buah yang ia jual tanpa mementingkan harga, tapi kenapa buah anggur hitam dari sang agen pada H-2 lebaran hampir 40 % busuk. Ia sebagai penjual sangat menyesalkan kejadian ini,terpaksa ia harus membuang anggur yang dilanda kebusukan itu dan menjual anggur yang masih tersisa. Ia merasakan adanya kecurangan pada sang agen, pasalnya pada H+2 lebaran, anggur yang ia peroleh dari agen kembali baik, padahal kapal-kapal barang belum mengadakan aktifitas seperti biasanya. Tapi karena kebutuhan, anggur hitam nya pun tetap laris pada hari menjelang lebaran. Sama halnya dengan Achin, Syamsudin juga merasakan minat konsumen terhadap lengkeng dan anggur hitam. Pada H-1 lebaran 30 keranjang yang berisi lengkeng sudah tak berisi lagi.
“H-2 hingga H+3 lebaran paling ramai diserbu penikmat buah,”ungkap Syamsudin pedagang yang tak merasakan mudik ini karena tak ada libur lebaran menjajakan buahnya dalam waktu 24 jam.
Syamsudin berharap kejadian yang ia rasakan tahun ini tidak pernah ia rasakan kembali, karena selain merugi dalam factor pendapatan, ia juga merasakan kerugian kepercayaan dari konsumen.(rn15)

THR Akan Di Laksanakan


Sungailiat (06-09-2011), Selasa siang di halaman depan kantor Bupati Bangka di laksanakan acara halal bihalal. Dalam acara halal bihalal sesama anggota KORPRI di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka ini Bupati Bangka Yusroni Yazid, SE., selaku penasehat KORPRI Kabupaten menyatakan dalm sambutanyanya agar meningkatkan kesadaran pegawai sebagai pelayan masyarakat, pembangunan kesejahteraan rakyat, danselaku umat beragama untuk selalu meningkatkan tali silaturahmi dalam upaya memperkokoh persaudaraan.
Selain  peningkatan kesadaran, beliau menghimbau agar pegawai meningkatkan kualitas karya, motivasi dan etos kerja untuk kenyamanan, kesejahteraan, dan pelayan yang terbaik dan dihargai oleh masyarakat. Dengan demikian diharapkan citra KORPRI akan lebih baik dan tentunya dapat diteladani dan motivator penggerak pembangunan bagi masyarakat.
Melalui moment halal bihala ini Bupati Bangka atas nama pribadi dan pemerintahan mengucapkan mohon maaf yang sebesarnya, karena selama kita berinteraksi tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan. “Kita halalkan kesalahan saudara kita dan kawan kita, kita, sebagaimana kita minta dihalalkan kesalahan kita. Kita cairkan hati kita yang beku selama ini, sehingga tidak menghambat komunikasi. Kita himpun kembali pikira-pikiran yang terserak sehingga persatuan kita utuh kembali”.
Dalam kesempatan ini juga Bupati Bangka menyatakan bahwan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk lebaran kemarin akan dibayar setelah lebaran. Beliau menyatakan, THR bukannya tidak dibayar, melainkan pelaksanaanya yang belum terealisasi. Kita akan melaksanakannya habis lebaran ini, karena THR adalah hak dari para pegawai”.(rn 19)

Kebakaran Liar


Sungailiat (06-09-2011), Telah terjadi kebakaran hutan atau semak di desa Kualo pada Selasa kemarin. Satu unit mobil pemadam kebakaran Kab. Bangka diturunkan untuk memadamkan kebakaran tersebut. Warga mengungkapakan mereka telah berusaha untuk melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan ranting-ranting dan air seadanya. Namun karena terkendala dengan stok air yang terbatas pada musim kemarau seperti ini ditambah lagi kencangnya angin bertiup sehingga kobaran api bertambah besar, merekapun menyerah untunglah mobil pemadam tiba dan apipun dapat dipadamkan.
Kebakaran diperkirakan pukul 13.00 wib, awalnya kebakaran diatasi oleh warga tetapi karena api terlalu besar wargapun menyerah. Lalu kita menelpon tim pemadam dari Kab. Bangka, sukurnya tim pemadam datang tidak lama setelah di telpon warga, ungkap Budiartono selaku Kepala Lingkungan Kualo . Sumber api tidak diketahui dari mana, apakah itu kesengajaan dari masyarakat atau dari api rokok yang di buang sembarangan.
Warga kualo sangat berterimaksih dengan datangnya tim pemadam kebakaran yang datang tepat waktu, karena warga takut jika api terlalu besar nantinya akan sulit dipadamkan dan merembet ke rumah-rumah warga.
Budiartono juga mengatakan dalam beberapa selah hari ini saja sudah 2 (dua) kali terjadi kebakaran hutan di daerahnya ini. Jumat kemarin apinya jauh lebih besar dari sekarang, bahkan mobil pemadam yang dikerahkan 2(dua) unit. Selain itu jarak api  dengan rumah warga sudah sangat dekat, untunglah tim pemadam Kab. Bangka ini sangat siga dan apipun dapat dipadamkan dengan seketika, ungkap Budiartono kepada wartawan.
Di Desa Kualo ini merupakan langganan kebakaran hutan dan semak  jika musim kemarautiba. Hal ini dikarenakan masih banyaknya lahan-lahan perkebunan yang tidak dirawat pemiliknya, sehingga semak-semak tumbuh subur di lahan tersebut dan apa bila pada musim kemarau sering kali terjadi kebakaran di lahan-lahan tersebut. Warga Kualo sangat berharap kepada pemilik lahan-lahan kosong maupun kebun, agar merawat lahan-lahan mereka tersebut.(rn 19)

Rabu, 07 September 2011

Pendatang Berulah, Warga Batu Belubang Bentrok


PANGKALPINANG, (RN) - Puluhan Warga Desa Batu belubang, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (6/9) dinihari kemarin, terlibat bentrok dengan sekelompok orang pendatang dari Jambi. Akibatnya, dua orang warga asli jambi yang berprofesi buruh TI di Desa Batu Belubang nyaris babek belur dihajar massa, karena diduga melakukan pemukulan terhadap Suwandi alias Kandi (30) warga desa setempat.
Bentrokan ini terjadi saat Kandi terlibat cek-cok mulut dengan Rustam (30) dan Andi Ogu (31) yang merupakan pendatang dari Jambi, di warung minum minuman keras yang ada di desa tersebut. Rustam dan Andi yang tinggal di rumah kontrakan milik H. Sanu di Desa tersebut, tidak menyangka jika korban Kandi berteriak minta tolong. akibatnya puluhan warga langsung berkumpul  dan ingin menghajar mereka. Keduanya pun langsung melarikan diri mencari perlindungan ke rumah Supari, warga setempat yang sudah mereka kenal. Puluhan warga pun mengejar dan langsung mengepung rumah tempat persembunyian keduanya. Tidak hanya itu, sebagian warga ingin membuka paksa pintu rumah yang ditahan oleh keduanya, namun sebagian yang lain memperingati agar tidak merusak rumah Supari. Beberapa warga berteriak untuk memaksa keluar kedua pelaku pemukulan, namun karena takut dihajar massa, keduanya tetap bertahan di dalam rumah tersebut.
Nyawa kedua warga pendatang tersebut selamat setelah anggota polisi dari Polres Pangkalpinang berhasil mengevakuasi mereka dari persembunyiannya. Keduanya langsung diamankan ke Mapolres Pangkalpinang untuk dimintai keterangan, perihal kejadian tersebut.
Menurut Kandi, warga Desa Batu Belubang yang menjadi korban pemukulan menyebutkan bahwa bentrok warga ini berawal dari lima orang warga pendatang dari Jambi yang sedang minum minuman keras di sebuah warung desa setempat. Saat itu, seorang warga pendatang yang bernama Rustam mengajaknya untuk ikut minum bersama. Awalnya korban menolak, namun saat pelaku memaksa terus, akhirnya korban menerima ajakan pelaku. Di warung tersebut, korban bertemu dengan teman Rustam yang bernama Andi Ogu. Ternyata Andi Ogu mempunyai dendam lama terhadap korban, dan terjadilah cek-cok mulut. Entah berawal dari siapa, cek-cok keduanya semakin memanas. Bahkan 5 orang pendatang dari jambi langsung membela Andi Ogu, sehingga Suwandi alias Kandi merasa terpojokan. Kendati korban cek-cok mulut dengan dua orang, korban pun tidak mau mengalah dan semakin membuat pelaku terbakar emosinya. Pelaku yang bernama Andi Ogu langsung melayangkan pukulan ke arah wajah korban, sedangkan pelaku lain memegang tangan korban dan disusul pukulan dari teman pelaku yang lain. Korban mengaku saat itu sudah mendapat pukulan dari tiga orang lebih yang ikut memukuli dirinya dan akhirnya berteriak minta tolong.
“Saya terpaksa berteriak minta tolong, karena saya dikeroyok tiga orang lebih, tapi yang saya kenal Cuma rustam dan andi ogu. Wajah dan perut saya sudah dipukul beberapa kali, hingga bibir saya robek,” ujar korban kepada wartawan sambil menahan sakit.
Namun keterangan Kandi disanggah oleh pelaku. Dihadapan polisi keduanya mengaku tidak melakukan pemukulan terhadap korban. Menurut pengakuan Andi Ogu, dirinya lari karena massa sudah berkumpul dan ingin menghajar semua pendatang dari Jambi.
“Benar, saya tidak memukul dia. Saya lari karena takut dihajar massa, karena mereka berteriak habisi orang jambi, dan saya merasa orang jambi harus menyelamatkan diri,” ungkapnya dihadapan petugas.
Untuk menghindari keributan di kantor polisi, petugas langsung memisahkan antara korban dengan dua orang yang diduga melakukan pemukulan. Korban bersama beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung diarahkan ke Polsek Pangkalan Baru untuk dimintai keterangan, sedangkan Rustam dan Andi Ogu tetap diamankan di Mapolres Pangkalpinang. Polisi hingga saat ini masih memeriksa secara intensif baik Korban, saksi-saksi dan dua orang pelaku yang sudah diamankan.
Tolak Pendatang
Sementara itu, Kepala Desa Batu Belubang Sarjono Muridan saat mendampingi warganya yang menjadi korban pemukulan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap warga pendatang yang membuat onar di desa yang dia pimpin. Pihaknya akan mengusir warga pendatang untuk keluar dari Desa Batu belubang, jika memang terbukti mengganggu ketertiban di dalam desa. Tindakan tegas juga diterapkan terhadap warga desanya sendiri, yang tersandung masalah hukum. Menurutnya dirinya akan membantu aparat kepolisian untuk mengungkap kejahatan yang melibatkan warga Desa Batu Belubang.
“Saya akan usir warga pendatang yang membuat onar di desa ini, Apalagi yang tidak mempunyai identitas penduduk yang jelas. Dan jika ada warga saya yang terlibat masalah hukum, saya tidak akan menutup-nutupi, tapi pak polisi akan kami bantu sebisanya untuk mengungkap kasus kejahatan, jika memang ada warga saya yang terlibat aksi kejahatan,” ujar Sarjono kepada wartawan.
Diungkapkan oleh Sarjono, bahwa dirinya sering mendapat laporan bahwa kedua pelaku sering membuat onar dengan warga desanya.
“Saya sering mendapat laporan dari warga, kalau warga jambi sering buat onar dan sok jagoan, terutama dua orang itu,” ungkap Sarjono.
Saat ditanya apakah kelima warga pendatang dari Jambi tersebut memiliki kartu identitas tinggal di Desa Batu Belubang, Sarjono mengaku hanya mengenal satu orang yang mempunyai kartu ijin tinggal, yaitu Andi Ogu.
“Setahu saya hanya satu yang pernah memperpanjang kartu identitas kepada saya, kalau yang lain saya tidak tahu,”imbuhnya. (rn 11/9)